Halloween Costume ideas 2015

Software, Film dan Artikel Terbaru dan Terpopuler - Menyediakan Software terbaru dan juga pastinya Full Version, Film terbaru yang pasti HD, dan Artikel yang bermanfaat.

Articles by "Virus"

Halo Dunia! 
and hallo Family Programing T.I Sniper kami anak bangsa.!!

    Aku SourceMaking. Saya akan memberitahu Anda banyak cerita tentang arsitektur perangkat lunak yang baik dan mengajarkan cara untuk membuat dengan pola desain. Saya akan memandu Anda melalui anti-pola, perangkap umum dan kesalahan yang dilakukan orang ketika mereka berencana, membuat, dan mengelola proyek perangkat lunak. Pada akhirnya, saya akan mengajarkan Anda bagaimana untuk mencium kode buruk dan memperbaikinya dengan refactoring.

Kita bisa mulai dari awal atau Anda dapat memilih topik yang menarik di bawah ini.



Pola desain

   Dalam rekayasa perangkat lunak, pola desain adalah solusi berulang umum untuk masalah yang umum terjadi dalam desain perangkat lunak. Sebuah pola desain bukan desain jadi yang dapat diubah secara langsung ke kode. Ini adalah deskripsi atau template untuk bagaimana memecahkan masalah yang dapat digunakan dalam berbagai situasi.

Penggunaan Pola Desain

   Pola desain dapat mempercepat proses pembangunan dengan menyediakan diuji, paradigma pembangunan terbukti. Desain perangkat lunak yang efektif memerlukan mempertimbangkan isu-isu yang mungkin tidak menjadi terlihat sampai nanti dalam pelaksanaannya. Menggunakan kembali pola desain membantu untuk mencegah masalah halus yang dapat menyebabkan masalah besar dan meningkatkan pembacaan kode untuk coders dan arsitek akrab dengan pola.

Sering kali, orang hanya mengerti bagaimana menerapkan teknik desain software tertentu untuk masalah tertentu. Teknik ini sulit untuk diterapkan untuk lebih luas masalah. Pola desain memberikan solusi umum, didokumentasikan dalam format yang tidak memerlukan spesifik terkait dengan masalah tertentu.

Selain itu, pola memungkinkan pengembang untuk berkomunikasi menggunakan terkenal, nama dipahami dengan baik untuk interaksi perangkat lunak. Pola desain umum dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu, membuat mereka lebih kuat dari desain ad-hoc.

Pola desain penciptaan

   Pola desain ini semua tentang kelas Instansiasi. Pola ini dapat dibagi lagi menjadi pola kelas penciptaan dan pola objek-penciptaan. Sementara pola kelas penciptaan menggunakan warisan efektif dalam proses Instansiasi, pola objek-penciptaan menggunakan delegasi efektif untuk mendapatkan pekerjaan yang dilakukan.

Contoh Abstrak Pabrik


Menciptakan sebuah instance dari beberapa keluarga kelas

Memisahkan konstruksi objek dari perwakilannya
Menciptakan sebuah instance dari beberapa kelas yang diturunkan

Hindari akuisisi mahal dan pelepasan sumber daya dengan daur ulang objek yang tidak lagi
digunakan
Sebuah contoh sepenuhnya diinisialisasi untuk disalin atau kloning

Sebuah kelas yang hanya satu contoh bisa eksis
Pola desain struktural
Pola desain ini semua tentang kelas dan komposisi Obyek. Pola kelas penciptaan struktur menggunakan warisan untuk menulis interface. Struktural objek-pola menentukan cara untuk menulis objek untuk mendapatkan fungsi baru.


Pola desain struktural




   Pola desain ini semua tentang kelas dan komposisi Obyek. Pola kelas penciptaan struktur menggunakan warisan untuk menulis interface. Struktural objek-pola menentukan cara untuk menulis objek untuk mendapatkan fungsi baru.

Interface pertandingan kelas yang berbeda

Memisahkan antarmuka obyek dari pelaksanaannya

Sebuah struktur pohon obyek sederhana dan komposit

Tambahkan tanggung jawab untuk objek dinamis

Sebuah kelas tunggal yang mewakili seluruh subsistem

Sebuah contoh halus digunakan untuk berbagi efisien

Membatasi accessor / akses mutator

Sebuah benda yang mewakili obyek lain



Pola desain perilaku




   Pola desain ini adalah semua tentang Class objek komunikasi. Pola perilaku adalah mereka pola yang paling khusus berkaitan dengan komunikasi antara objek

Cara melewati permintaan antara rantai benda

Merangkum permintaan perintah sebagai obyek

Sebuah cara untuk memasukkan unsur-unsur bahasa dalam sebuah program

Berurutan mengakses elemen koleksi

Mendefinisikan komunikasi disederhanakan antara kelas

Menangkap dan mengembalikan keadaan internal obyek

Dirancang untuk bertindak sebagai nilai default dari sebuah objek

Sebuah cara memberitahukan perubahan ke sejumlah kelas

Mengubah perilaku obyek ketika perubahan keadaan

Merangkum sebuah algoritma dalam kelas

Menunda langkah yang tepat dari sebuah algoritma untuk subclass

Mendefinisikan operasi baru untuk kelas tanpa perubahan






Kritik
Konsep pola desain telah dikritik oleh beberapa di bidang ilmu komputer.


Menargetkan masalah yang salah
   Kebutuhan pola hasil dari menggunakan bahasa komputer atau teknik dengan kemampuan abstraksi cukup. Di bawah anjak ideal, konsep tidak boleh disalin, tetapi hanya direferensikan. Tetapi jika ada sesuatu yang direferensikan bukan disalin, maka tidak ada "pola" untuk label dan katalog. Paul Graham menulis di Dendam esai dari Nerds.

Peter Norvig memberikan argumen yang sama. Dia menunjukkan bahwa 16 dari 23 pola dalam buku Pola Desain (yang terutama difokuskan pada C ++) disederhanakan atau dihilangkan (melalui dukungan bahasa langsung) dalam Lips atau Dylan.

Tidak memiliki dasar-dasar resmi   Studi tentang pola desain telah berlebihan ad hoc, dan bahkan ada yang berpendapat bahwa konsep tersebut sangat perlu dimasukkan pada pijakan yang lebih formal. Pada OOPSLA 1999, Gang of Four adalah (dengan kerja sama mereka penuh) mengalami percobaan menunjukkan, di mana mereka "dibebankan" dengan berbagai kejahatan terhadap ilmu komputer. Mereka "dihukum" oleh ⅔ dari "juri" yang menghadiri persidangan.

Mengarah ke solusi efisien
   Ide pola desain merupakan upaya untuk membakukan apa yang sudah diterima praktik terbaik. Dalam prinsip ini mungkin tampak menguntungkan, namun dalam prakteknya sering mengakibatkan duplikasi yang tidak perlu kode. Hal ini hampir selalu solusi yang lebih efisien untuk menggunakan implementasi baik-faktor daripada "cukup hanya nyaris baik" pola desain.

Tidak berbeda secara signifikan dari abstraksi lainnya

   Beberapa penulis menyatakan bahwa pola-pola desain tidak berbeda secara signifikan dari bentuk-bentuk abstraksi, dan bahwa penggunaan terminologi baru (dipinjam dari komunitas arsitektur) untuk menggambarkan fenomena yang ada dalam bidang pemrograman tidak diperlukan. Model-View-Controller paradigma yang disebut-sebut sebagai contoh dari "pola" yang mendahului konsep "pola desain" oleh beberapa tahun. Hal ini lebih jauh berpendapat oleh beberapa bahwa kontribusi utama dari masyarakat Pola Desain (dan Gang of Four buku) adalah penggunaan Alexander pola bahasa sebagai bentuk dokumentasi; praktek yang sering diabaikan dalam literatur.
Antipatterns: The Survival Guide
Baca selanjutnya
Artikel ini diambil dari Pola Desain buku kami Dijelaskan Cukup.


Semua pola desain dikompilasi ada. Buku ini ditulis dengan jelas, bahasa yang sederhana yang membuatnya mudah untuk membaca dan memahami (seperti artikel ini).



Linux memiliki keamanan yang baik
     Kenapa di sistem operasi Linux tidak terdapat virus? Mungkin Anda bertanya tanya kenapa hal ini bisa terjadi. Coba Anda perhatikan pada sistem operasi PC terpopuler, Windows OS. Jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik, yang terjadi adalah hanya akan menjadi sarang virus yang bertebaran kesana dan kemari. Selain itu virus-virus itu juga dengan senangnya hinggap di berbagai perangkat flashdisk untuk mencari sasaran yang baru, sangat menyebalkan sekali.
Yah, itu mungkin bukan kesalahan dari Windows 100 persen. Windows sendiri telah berusaha untuk memperbaiki dan mencegah virus-virus tersebut agar tidak menyerang sistem operasi-nya. Hal tersebut bisa kita lihat pada peningkatan keamanan yang terdapat pada keluaran Windows terbaru. Bahkan disana juga sudah disediakan Antivirus gratis bawaan Windows. Antivirus tersebut diberinama Windows Defender.
Tapi, mengingat banyak sekali programer nakal yang entah apa itu tujuan nya, keamanan sekuat apapun akan bisa ditembus dan dimasuki banyak orang. Tentunya programer tersebut juga harus mengetahui bagaimana sistem operasi tersebut dapat bekerja dan fitur apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan virus baru tersebut. Ini memberikan kesimpulan bahwa apa yang diberikan oleh sistem operasi memiliki timbal balik dari penyedia layanan aplikasi.
Kembali ke topik, jadi kenapa pada sistem operasi yang berbasis Linux tidak terdapat hewan kecil yang bernama virus? Sudahkah Anda mengetahuinya? Saat ini Linux memang belum terlalu familiar diantara kehidupan kita. Padahal sudah banyak yang mendengar mengenai sistem operasi tersebut, tapi hanya sedikit sekali yang berani mencoba dan merasakan OS gratis yang satu ini. Padahal, Linux merupakan sistem operasi yang stabil, ringan, secure, dan tentunya bebas dari virus. Pastinya data Anda akan aman jika bisa mengelola melalui OS pinguin ini.

Alasan Kenapa Tidak Ada Virus

Setelah kita berbincang-bincang panjang lebar memaparkan Sistem Operasi tersebut, sekarang saatnya kita bahas satu-persatu alasan dibalik tidak adanya virus di Linux. Apa sajakah itu? Berikut ini adalah beberapa penyebab yang membuat Linux kebal dari virus:
1. Linux itu gratis dan Open Source
Memang apa hubungannya ya? Seperti yang sudah kita ketahui bahwa sebagian besar virus memiliki niatan yang tidak baik. Virus diciptakan bisa jadi untuk mengambil suatu informasi yang tertutup atau justu memiliki tujuan merusak lainnya. Hal ini menjadi tidak berlaku di Linux. Kita tahu bahwa linux itu adalah gratis dan berlisensi bebas. Dengan demikian kode sumber dari Linux sendiri boleh dimodifikasi dan dipublikasikan oleh siapapun.
Kita tidak perlu lagi membuat sebuah Virus untuk mencuri informasi mengenai Linux, ya itu dia.. kenapa? Karena kita sudah bisa mendapatkan itu semua secara gratis, untuk apa susah-susah untuk membuat virus? Hal yang kedua adalah virus yang bersifat merusak, ini juga menjadi salah satu pertimbangan  di Linux. Untuk apa merusak sistem yang memang dikembangkan dengan tujuan bersama untuk membangun perangkat yang gratis dan bebas?
2. Aplikasi di Linux memiliki Library masing-masing
Ada yang sudah mengerti dan ada pula yang baru mendengar mengenai apa itu Library dalam sebuah sistem aplikasi. Jika diartikan, library berarti perpustakaan. Namun yang diamaksud library disini bukanlah sebuah perpustakaan seperti yang Anda bayangkan. Library merupakan perangkat lunak pendukung yang menjadi penyokong agar aplikasi tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Di Sistem Operasi Windows, ada beberapa aplikasi yang harus membutuhkan komponen lain (seperti DirectX dan Microsoft.Net Framework) agar dapat berjalan. Tanpa library pendukung tersebut, aplikasi tidak akan bisa berjalan dengan baik karena kehilangan penterjemah program pendukung. Sedangan pada sistem operasi Linux, aplikasi yang dibuat harus mempunyai paket bahasa programnya sendiri, sehingga tidak mungkin satu aplikasi dapat mengakses library aplikasi lainnya.
Kesimpulannya virus pada windows tidak berjalan sendirian. Ia dapat berjalan sendiri karena didukung oleh sistem operasi itu sendiri. Kronologinya seperti ini: saat komputer dinyalakan, virus akan ikut berjalan karena telah mendaftarkan dirinya di program startup (bukankah startup adalah salah satu fitur yang ditawarkan oleh Windows?). Virus dapat mencopy dirinya karena terdapat API (Application Programing Interface) pada Windows yang memperbolehkan sebuah aplikasi untuk mengelola dirinya sendiri. Kemudian Virus dapat menular karena terdapat fitur autorun di Windows. Virus juga memiliki kemudahan dalam membuat sebuah shorcut. Lalu bagaimana? Ternyata kelebihan-kelebihan Windows sendirilah yang dimanfaatkan oleh seorang pembuat virus.
Mari kita kembali pada ruang lingkup Linux. DI Linux, aplikasi tidak serta-merta membuat sebuah shotcut begitu saja. Shortcut yang diizinan secara wajar hanya akan terdapat di desktop dan di start menu saja, bukan di penyimpanan flashdisk. Semua pembuatan shortcut itupun juga harus mendapat izin dari penggunanya. Aplikasi di Linux juga tidak bisa begitu saja membuat sebuah file yang AutoRun. Anda harus membuat file Autorun secara manual, bukan dengan cara otomatis. Jika Aplikasi meminta akses yang lebih, tentu harus ada perizinan terlebih dahulu.
3. Pengelolaan hak akses yang baik
Sistem operasi linux bisa dibilang memiliki hak akses yang berbeda beda untuk setiap usernya. Di dalam  Linux, kita bisa mengenal apa yang disebut dengan hak akses root. Apa itu root? Root adalah hak akses tertinggi dalam sistem operasi Linux ini. Untuk hal-hal yang berhubungan dengan pengelolaan perangkat harus mendapat akses root terlebih dahulu. Nah, bagaimana dengan virus?
Virus disini tidak akan bisa berkutik lagi. Virus dan aplikasi tidak diberi kesempanan untuk mengakses sesuatu yang berhubungan dengan root. Karena sistem root sendiri hanya akan mengizinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi dengan hak akses yang lebih tinggi, bukan mengizinkan aplikasi atau virus untuk menjalankan hak akses tanpa dikontrol oleh penggunanya. Ditambah lagi ketika kita akan meminta suatu akses root, itu akan memerlukan sebuah password untuk melanjutkan ke tahap tersebut. Tidak mungkin bukan jika setiap kali virus akan beraksi melakukan tugasnya harus minta izin dari Anda untuk memasukkan password root?
Berbeda halnya jika berada di luang lingkup windows. Kembali lagi, virus tidak memerlukan hak apapun untuk dapat menjalankan prosesnya. Virus juga tidak akan meminta izin untuk berjalan sendiri tanpa diminta. Virus dapat berjalan atas kehendaknya dan tanpa harus meminta izin terlebih dahulu.
4. Tidak adanya Regristy
Di dalam Linux tidak mengenal apa itu regristy. Aplikasi di linux harus membangun databasenya sendiri untuk dapat berjalan dengan semestinya. Di Wndows, Regristy menjadi sebuah database raksasa yang menyimpan semua pengaturan dari aplikasi dan windows itu sendiri. Jika virus telah berhasil menginfeksi regristy dan mengubah variabel yang ada, maka apa yang akan terjadi? Virus akan menjadi raja di komputer Anda, mengubah settingan aplikasi lain dan melakukan perubahan kondisi yang dapat berpengaruh pada keamanan sistem itu sendiri.
5. Tidak mengenal Scipt berbahaya
Sistem operasi linux tidak mengenal script-sciript berbahaya yang dapat merusak sistem operasi yang ada. Sebuah script akan dapat berjalan atas kehendak Anda sendiri, bukan dibuat secara otomatis. Untuk menjalankan script-scirpt di linux, yang harus dilakukan adalah membukanya melalui terminal dan memasukkan beberapa perintah. Karena itulah script yang ada di linux tidak bisa menjadi sebuah virus.

Itu saja penjelasan singakat dari saya mengenai Virus dan Linux. Semoga dapat bermanfaat,… Amin…. 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget